Jumat, 31 Oktober 2014

cinta dan kebohongan ( hendri ristiawan)

semua berawal dari mimpi yang aku alami malam itu. mimpinya tidak begitu menyeramkan tapi menakutkan. malam itu aku bermimpi aneh, dimana aku tidak bisa menahan amarah dalam mimpi itu. tetapi begitu aku luapkan, aku tidak bisa apa-apa. aku tidak mempunya tenaga apapun. terus aku cuma meluapkan akhirnya berhasil. dalam mimpi aku merusak pintu rumah.
berlanjut pada siang harinya, mungkin semua kejadian ini mempunyai hubungan yang erat dengan kisah ini. aku mempunyai seorang kekasih. semula hubungan kami baik-baik saja. aku sangat menyayanginya. begitupun dia juga menyayangiku sepengetahuanku. sedikitpun aku tidak menaruh curiga terhadapnya. kemanapun dia pergi aku selalu bersamanya.
siang itu aku lihat aneh tidakannya. pada saat itu dia sedang duduk disampingku, kami bercerita, bercanda dan tertawa bersama. tanpa ada alasan yang jelas dia terkejut dan berlari. semula aku tidak mengetahui maksudnya. tapi aku lihat kesamping, ada seorang lelaki yang datang. lelaki itu dulunya pernah menjalin hubungan dengan kekasihku. aku masih menganggapnya biasa. aku tidak menghiraukan itu. aku bertanya kepada adik tingkat. kebetulan kami satu program studi. " kenapa dengannya, abang tidak pernah melihatnya seperti itu ?" tanyaku. " aku tahu bang" kata nya sambil menghentikan pembicaraannya. aku melihat ada yang tersembunyi dalam mata adik itu. " kenapa" tanyaku. "tidaklah bang" jawabnya. aku terdiam dan tidak menghiraukannya lagi. aku menganggapnya itu bukanlah suatu hal yang penting untuk dipermasalahkan.
hari itu kebetulan ada kuliah,. dan kuliahnya tidak begitu lama, karena dosen kami sedang kurang enak badan.
aku bertemu pada adik yang duduk disampingku waktu kekasihku lari tadi. dia berkata " sampai kapan akan terus menung bang? " . " menunggu apa ?" tanyaku balik kepadanya. dia menyahut kemabali dengan jawaban yang kurang enak aku dengar " menunggu orang yang tidak mencintai abang". seketika dadaku terhentak, perasaanku tak karuan.
kami berbicara lebih dalam lagi. dia berkata " kekasih abang tidak benar-benar mencintai abang ". "apa yang membuatmu berkata seperti itu ?" tanyaku.
"kekasih abang yang bercerita bahwa dia tidak benar-benar mencintai abang, dan dia masih mencintai lelaki yang tadi "
seketika aku terdiam.
"aku tidak percaya dengan apa yang adik katakan, setahuku dia mencintaiku.".
hari semakin menghitam, kami mengakhiri pembicaraan itu, tapi kami masih sempat bertukaran nomor televon untuk bertanya lebih lanjut.
saat itu malam benar-benar menghitam. aku menghubungi kekasihku lewat televon. " aku meragukan tindakanmu yang tadi, berlari seketika meninggalkan aku, saat melihat mantan kekasihmu !".
"aku hanya menghargai perasaanya saja" jawabnya.
"aku tidak percaya jika cuma hanya karna itu. sekarang umurku hampir 20 tahun, aku tidak mau main-main lagi dalam menjalani hubungan ini. aku tunggu sampai jam 12 malam, aku tunggu kepastianmu untuk jujur kepadaku, apakah hatimu memang sepenuhnya milikku dan bahwa kamu benar-benar ingin serius bersamaku," kataku dengan serius. dan sekarang sudah pukul 11:55 malam, dan aku belum juga mendapat jawaban itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar