Rabu, 04 Desember 2013

puisi

oleh: 
Hendri Riatiawan
jati diri
Aku bukan bunga mawar 
Aku adalah kumbang jantan 
Yang selalu meratap kedepan
Aku disini dalam perantauan
Mencari sesuatu yang tak tampak tapi dapat dirasakan
Agar kelak aku pulang, 
mereka bisa menarik bibirnya keatas 
melihatku menjadi manusia seutuhnya.

oleh:
Hendri Ristiawan
your smile
Jika matahari tak kan pernah bersembunyi 
dan bulan takkan pernah berkurang
Dan jika angin tetap semilir 
dan tanah tetap berpijak
Aku akan selalu tersenyum untukmu
Jika mendung hitam menghampiriku 
dan menyelimutiku bahkan mawar hijam mewangiku
Aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia.

oleh:
Hendri Ristiawan
kasih harapan
Pagi, terimakasih engkau telah datang lagi 
Embun, terima kasih engkau telah menjadi sahabat yang baik untuk pagi.
Burung terimakasih engkau telah membangunkanku.
Hari ini aku ingin menjadi orang yang lebih baik dari kemarin.
Aamiiinnnn

oleh :
Hendri Ristiawan
sadarku
Jika dedaunan tak berisyarat maka takkan ada yang jatuh
Jika angin tak berhembus maka banyak yang ketanah
Hidup itu lebih nyaman dijalani dari pada direnungi
Merenung hanya milik orang yang asa
Andai tanah tak menuntut maka akal tak berpanas
Andai alam tak menyembah maka yang Esa akan murka.

oleh:
Hendri Ristiawan
andai ku tahu
Jika aku tau, Semua akan lebih baik.
Tetapi angin pun tak membawa bisikan.
Bahkan burung pun tak mengabariku.
Yeah, inilah hidupku.
Selalu berhadapan dengan hal yang tak pasti.
Cukup mengerti dengan kondisi, itu lebih baik.

oleh:
Hendri Ristiawan
harapan, do'a dan usaha
Pagiku adalah harapanku.
Harapanku adalah do'a ku.
Do'a ku akan ku iringi dengan usaha.
Usaha adalah suatu tindakan yang harus untuk mencapai sebuah tujuan.
Tujuanku menjadi manusia yang baik dan berguna.

oleh:
Hendri Ristiawan
senyummu
Ketika mereka bersamamu
Aku akan diam
Ketika mereka menjauh darimu
Aku kan mendekat
Menghiburmu adalah inginku
Melihatmu tertawa adalah bahagia bagiku
Asalkan matahari tak tenggelam aku kan terus hidup.
Hidup dalam bahagiamu.

Senin, 29 Juli 2013

puisi penggugah hati ( hendri ristiawan )

selamat pagi gan. dalam posting blog saya yang pertama ini akan memposting tetang puisi yang mungkin agan2 perlukan . baik lah saya tak akan memperpanjang lebar ocehan saya, mari kita menuju ke olah TKP. hehe,, :)
mari kita lihaa ... :) numpang eksis dikit yaaa ...

Sakaratul maut
Oleh Hendri Ristiawan

Mati tidak hidup juga tidak
Maksud hati berteriak tapi tak bisa jua
Menetes air mata menatap salah
Mengharap ampun tapi tidak sampai
Siksa batin mulai terasa
Siksa raga menusuk hati
Waktu tidak akan pernah kembali
Engkaulah yang maha pengampun
Engkaulah yang maha mengetahui
Keadaan hina baru terasa
Sadar engkaulah Satu
Engkaulah pencipta segalanya
Meminta hidup untuk kedua
Menebus salah setinggi gunung
Mengharap maaf seluas samudra
Waktu semakin sempit
Hidup segan matipun tak sampai

Karena Kata             
supadi djoko dansono

karena tak dapat kutemukan
kata yang paling sepi
kutelantarkan hati sendiri

karena tak dapat ku ucapkan 
kata yang paling rindu
kubiarkan hasrat terbelenggu

karena takdapat ku ungkapkan
kata yang paling cinta
ku pasrahkan saja dalam do'a

              sesal

seandainya aku remaja
akan ku gali potensi diri
kulebur dalam kompetisi
dan aku menang

seandainya aku remaja 
kan ku cipta karya
dengan segala nuansa
dan aku bangga

kini aku renta sudah
kulihat remaja dan dewasa
tanpa karya.tanpa karsa
bagai semu yang sia sia..



sekian gan semoga bermafaat dan jangan lupa tinggalkan komentar .. oke